Google    
Halaman Depan
About Auly Kastari
Rubrik
Gallery


70x90
Ukuran 70x90, Oil on Canvas, Terjual.
Auly Kastari
Who's Online ?
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 3

Tidak ada Anggota Online.


Online Hari ini : 14
Online Bulan ini : 268
Total Hits : 48293
Agenda Spesial
Invitation
Pameran Tunggal "METAMORFOSIS"
23 Juli - 3 Agustus 2009
Invitation
Berita / In Action
Ketika Auly Kastari Menggelar Sanggar
Oleh redaksi
Jumat, 17-April-2009, 15:52:02 347 klik Send this story to a friend Printable Version
Memasuki 2009, Auly Kastari tampil dengan dinamika baru sebagai seorang perupa. Dirinya kini memiliki sebuah sanggar berkarya dan mendampingi beberapa kawan muda untuk menjelajah dunia seni rupa. Keseriusannya dalam berkarya dibuktikannya dengan sebuah keinginan untuk berdisiplin dalam berkarya. Tak hanya itu pula, dia juga berbagi pengalaman bersama dengan beberapa kawan muda. Berkarya sembari belajar...
Menjadi pelukis bisa jadi tak pernah dibayangkannya semasa kecil. Perjalanan hidup yang kemudian membawanya menjadi seorang pelukis. “Saya tidak pernah bermimpi menjadi pelukis, menekuninya hari ini hanyalah sebagai bagian dari mengikuti panggilan hati untuk berkarya,” tutur Auly sembari mengisap rokoknya dalam-dalam.

Di dunia seni rupa, nama Auly Kastari bisa dibilang cukup memiliki tempat. Rekam jejaknya sebagai pelukis sudah terukir dengan beberapa pencapaian yang cukup baik. Berbagai pameran berskala nasional seringkali diikutinya, beberapa galeri pernah menggelar karyanya, serta beberapa karyanya yang menjadi koleksi dari beberapa figur ternama.

Usia yang tak lagi muda membuat Auly tak hanya matang berdasarkan pengalaman tetapi juga menjadi teman belajar yang baik bagi beberapa kawan muda yang mencoba merapat bersama dengannya menjelajahi dunia seni rupa yang tak ubahnya petualangan. Keinginannya untuk berkarya diwujudkan dengan terus berkarya setiap harinya. Tak ubahnya seorang profesional yang bekerja di kantor, Auly mencoba membiasakan diri untuk berkarya setiap harinya mulai pukul 08.00 hingga sore hari. “Sesungguhnya tidak hanya berkarya, tetapi juga belajar untuk menyerap pengalaman baru yang akan memperkaya horizon goresan saya,” tambahnya.

Berangkat dari inspirasi semacam itulah, Auly kemudian mencoba mencari terobosan baru di tengah dunia seni rupa Semarang yang mulai menggeliat. Dia membuka sanggar, setidaknya itulah nama reriungan yang coba dia bangun di sebuah bilik sederhana di dekat Stasiun Poncol Semarang. “Sesungguhnya bukan sanggar tetapi hanya sebuah bilik untuk berkarya dan belajar bersama dengan kawan-kawan muda,” ujarnya merendah.

Ya, di ruangan yang kemudian disepakati bernama Sanggar Seni Lukis Auly Kastari tersebut dirinya bersama dengan beberapa kawan muda mengeksplorasi ruang dan bentuk dalam tuangan goresan kanvas. “Di ruangan ini juga saya mencoba untuk mengeksplorasi ranah kontemporer yang sekarang tengah menjadi medium penuangan ekspresi banyak kawan perupa,” ujar Auly lebih lanjut. Karya-karya kontemporernya kini sudah cukup berbilang, beberapa diantaranya bisa Anda nikmati di situs pribadinya ini.

Bukan hanya berkarya, Auly juga menjadi sumber inspirasi bagi beberapa kawan muda. Ada Doni Rakhman, Lina Luthfi, Dwi Reza, dan Menik. Keempatnya masih muda usia dan beberapa diantaranya justru masih belia, belum genap terbilang 20 usianya. “Bagi saya mereka adalah kawan belajar, jika mereka menganggap saya guru itu hanyalah karena saya tahu lebih dulu di dunia rupa ini,” sambungnya sembari memandang riuhnya Stasiun Poncol siang itu.

Ah, berbincang dengan figur satu ini selalu saja tidak akan ada habisnya. Santun, rendah hati, dan senantiasa tak segan untuk berbagi. Jauh dari kebanyakan perupa yang akrab dengan sikap yang terkadang asosial. “Pak Auly adalah orang yang selalu memberikan semangat kepada saya untuk terus mendalami seni rupa,” ujar Lina Luthfi, salah satu kawan muda yang mencoba belajar bersama. Oh, ternyata beliau juga menyimpan enigma untuk menjadi penyemangat bagi kawan-kawan muda juga ternyata…

Sore mulai beranjak senja ketika Auly beringsut pamit pulang bersama istri tercinta yang menjemputnya di muka sanggar. Masih terasa sebuah aura keharmonisan khas pasangan yang telah mengarung biduk kehidupan bersama. Ruangan tersebut juga mulai berbenah untuk rehat sejenak. Rehat untuk kembali menjadi ruang yang hangat untuk berkarya bersama esok hari. Selamat untuk Auly Kastari, selamat berkarya dan berbagi dengan kawan-kawan muda!

 
Berita In Action Lainnya
.Auly Kastari Bersiap ke Pasar Seni Lukis Surabaya
.Selarik Pesan untuk Sahabat
Kepada Pak Auly : Jadikan Mereka Pelukis Bermental Wirausaha
.Lomba Lukisan Perjalanan Ceng Ho
.Melukis Bapak Ir.Ciputra
.Melukis Guru
.Expo
.Di Studio
.Demo di Bank Indonesia
.Archipelago
Polling
Metode melukis yang disukai ?
cat minyak/kanvas
cat akrilik/kanvas
cat air/kertas
crayon/kertas
lainnya

Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 36
Bikin Web ?
Tersedia paket gampang dan murah, hubungi 024-33136913
Event
INVITATION:
Pameran Tunggal Auly Kastari

Auly Kastari kembali mengelar Pameran Tunggalnya yang bertema "METAMORFOSIS" bertempat di ALCATRAZ Gallery Resto Semarang. Pameran Tunggal Seni Rupa i... lanjut »
Auly Kastari Siapkan Pameran Tunggal
Pada bulan Juli ini—bila tidak ada aral melintang—Auly Kastari akan menggelar pameran tunggal di Alcatraz Gallery Resto. Pameran tunggal yang direncan... lanjut »
Lukisan Kastari Dibeli oleh Kolektor Ekspatriat
Tiga Lukisan Auly Kastari Dikoleksi oleh Menteri Perdagangan
In Action
Auly Kastari Bersiap ke Pasar Seni Lukis Surabaya
Mengulang partisipasinya pada tahun lalu, Auly Kastari tahun ini kembali menggelar karyanya di Pasar Seni Lukis Surabaya. Bila tahun lalu Auly Kastari... lanjut »
Selarik Pesan untuk Sahabat
Kepada Pak Auly : Jadikan Mereka Pelukis Bermental Wirausaha

Kemandirian, semangat inovasi, dan tingkat kompetisi yang terbilang tinggi itulah yang saya pandang jika menjadi pelukis tak ubahnya adalah memasuki... lanjut »
Ketika Auly Kastari Menggelar Sanggar
Lomba Lukisan Perjalanan Ceng Ho
Melukis Bapak Ir.Ciputra
Jejaring
Sanggar Lukis Auly Kastari Disinggahi Garin Nugroho
Pasar Seni Lukis Indonesia 2009 yang baru saja usai menyisakan beragam pengalaman yang sangat penting untuk bisa dijadikan proses belajar berkesinambu... lanjut »
Karya
Paradoks Hari Ini

Kehidupan adalah sebuah paradoks. Dibalik ketentraman yang menjadi cita-cita kehidupan, selalu tersimpan sebentuk kekerasan. Inilah sebuah paradoks el... lanjut »
Female in Satire #2

"Female in Satire #2" - Dalam sebuah epik kehidupan, perempuan adalah entitas yang diposisikan dalam sebuah pose yang satir: dinanti tetapi hanya untu... lanjut »
Female in Satire #1
COLOURS IN ONE VISION
ONE IN A MILLION
Perspektif
METAMORFOSIS:
Sebuah Pencarian Auly Kastari

Metamorfosis bukan hal yang aneh. Proses bertransformasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya tidak hanya monopoli kelompok serangga yang mengalami me... lanjut »
CATATAN DARI SURABAYA
Berkah Kolaborasi (1)


Catatan ini ku tulis ketika aku mendapati diriku bersama dengan sahabat-sahabat baru dalam proses memamerkan karya rupaku di Pasar Seni Lukis Indonesi... lanjut »
CATATAN DARI SANGGAR
Cogito Ergo Sum

On Media
Perupa Fotogenik
AULY KASTARI, itulah namanya. Perupa adalah pekerjaannya. "Sebagai pelukis, dia fotogenik." Begitulah sepenggal SMS dari Tubagus P Svarajati, pengel... lanjut »
Bursa Lukisan untuk Siapkan Pameran
SEMARANG-Ada sesuatu yang berbeda dari biasanya di Hotel Grasia Semarang, mulai Sabtu (5/3) malam hingga 31 Maret. Pada lobi hotel di Jalan Jenderal... lanjut »
Pameran Asal Auly Kastari
Ciputra Minta Dilukis Tiga Perupa
On Media
Perupa Fotogenik
AULY KASTARI, itulah namanya. Perupa adalah pekerjaannya. "Sebagai pelukis, dia fotogenik." Begitulah sepenggal SMS dari Tubagus P Svarajati, pengel... lanjut »
Bursa Lukisan untuk Siapkan Pameran
SEMARANG-Ada sesuatu yang berbeda dari biasanya di Hotel Grasia Semarang, mulai Sabtu (5/3) malam hingga 31 Maret. Pada lobi hotel di Jalan Jenderal... lanjut »
Pameran Asal Auly Kastari
Ciputra Minta Dilukis Tiga Perupa
Tema : Sederhana | Supported by