|
|
 |
|
| Berita /
Perspektif |
|
METAMORFOSIS: Sebuah Pencarian Auly Kastari | | Oleh redaksi |
| Senin, 20-Juli-2009, 20:24:53 |
356 klik |
 |
 |
|
|
Metamorfosis bukan hal
yang aneh. Proses bertransformasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya
tidak hanya monopoli kelompok serangga yang mengalami metamorfosis
secara fisiologis. Manusia, sebagai makhluk yang memiliki derajat akal
tertinggi juga memiliki sebuah fase metamorfosis. Tentu bukan secara
fisiologis, tetapi lebih mengarah ke sebuah pertumbuhan ranah
mentalitas yang ujungnya adalah sebuah kematangan dalam memaknai hidup.
|
|
|
Proses tersebut tidak akan pernah lepas dari sesuatu yang bernama jati diri. Inilah yang kemudian menjadi sebuah pencarian tiada akhir bagi Auly Kastari yang masih diberi kesempatan bernapas. Tak ubahnya kupu-kupu yang mengalami masa menjadi kepompong, dalam sebuah fase kehidupan, manusia juga seringkali dihadapkan pada fase kepompong: tahapan belajar. Diferensiasi antara satu manusia dan manusia yang lain adalah sederhana: bagaimana dia menyikapi fase belajarnya dan kemudian mengimplementasikannya dalam sebuah praktik tindakan.
Inilah hakikat metamorfosis yang dalam sebuah proses kesenimanan merupakan tahapan yang tak jarang mengantarkan pelakunya ke dalam sebuah gerbang imajinatif yang tanpa batas. Imajinasi inilah yang membuat semua ide tiba-tiba menjadi sesuatu yang orisinal. Tak ubahnya Auly Kastari, perupa yang telah memasuki dasawarsa kelima dalam pusaran kehidupan. Usia boleh memasuki masa-masa senioritas, tetapi bagi dirinya inilah sebuah pijakan baru untuk terus bermetamorfosis: mencari dan terus mencari.
Usai mengeksplorasi teratai yang dihubungkannya sebagai sebuah simbol kehidupan, kini dirinya tengah berasyik-masyuk dengan dunia figur. Perempuan pula. Ia ingin mengetengahkan sebuah fenomena sosial yang menunjukkan kepekaannya terhadap inspirasi kaum Adam. Auly ingin berdialog dengan kita semua jika melalui goresan di atas kanvasnya, dia ingin bercerita bagaimana seorang perempuan seharusnya ditempatkan. Realitas sosial yang serba tumpang-tindih membuat Auly merasa tergoda untuk mewacanakannya dalam sebuah ranah yang ideal. Menyadarkan namun dalam sebuah realitas sederhana yang dalam.
Semua karyanya dituangkan dalam goresan paletnya yang makin kental menggurat makna. Di peradabannya yang tidak kunjung senja itu, Auly tengah bermetamorfosis, tengah mencari… |
| |
|
|
|
|
 |
| Bikin Web ? | Tersedia paket gampang dan murah, hubungi 024-33136913
|
|
|