|
|
 |
|
| Berita /
Perspektif |
|
CATATAN DARI SURABAYA Berkah Kolaborasi (1) | | Oleh redaksi |
| Minggu, 03-Mei-2009, 11:19:17 |
340 klik |
 |
 |
|
|
Catatan ini ku tulis ketika aku mendapati diriku bersama dengan sahabat-sahabat baru dalam proses memamerkan karya rupaku di Pasar Seni Lukis Indonesia 2009. Tahun ini memang adalah kali kedua aku bertandang ke kegiatan yang benar-benar menjadi pasar bagi dunia seni lukis Indonesia, tetapi ini adalah tahun pertama aku bertandang dengan tumpukan pelajaran mentalitas yang amat berharga.
|
|
|
 |
| Klik untuk melihat foto lainnya... |
|
Kolaborasi dalam seni rupa memang bukan hal baru. Dan, dengan disiplin apapun kolaborasi pasti akan menghasilkan sebuah simfoni yang apik ketika seluruh komponennya bisa berpadu dengan apik. Di sinilah ujian untuk rendah hati dan bersedia melebur dalam identitas bersama terbukti. Egoisme harus benar-benar terkesampingkan seiring dengan semangat berkarya dalam tim yang menjadi napas. Entah mengapa ini yang masih menjadi aksen dominan dalam diriku dan banyak juga kawan-kawan lainnya. Melawan egoisme inilah perjuangan yang sejati dalam konteks kemanusiaan kita.
Dalam sebuah kerja tim, peran rutin menjadi tidak penting lagi ketika kita harus memiliki peran-peran spesifik yang benar-benar merupakan karya kontekstual kita dalam tim tersebut. Sebagai seorang perupa, di pasar ini kita benar-benar harus menjadi “pedagang” yang mau tidak mau harus belajar cepat ilmu pemasaran, teknik negosiasi, hingga ke dunia pencitraan personal yang sarat dengan teknik-teknik terkini memungkinkan sebuah produk bisa berpindah tangan.
Mengikuti Pasar Seni Lukis Indonesia 2009 ini benar-benar membuat diriku belajar banyak. Apakah diriku sudah bisa menjadi “pedagang” yang baik? Apakah aku sudah memiliki teknik negosiasi yang mampu menyihir setiap yang datang membawa karyaku? Apakah aku sudah tepat membangun citra pribadiku sebagai pelukis yang tengah mendaki gunung kontemporer? Ya, inilah pertanyaan-pertanyaan yang coba kujawab dengan perbuatan yang merangkai perjalananku di Surabaya kali ini.
Untunglah, hari ini aku tidak sendiri untuk menjawab pertanyaan itu semua. Aku sadar, hari ini aku adalah bagian dari sebuah konstruksi besar pendampingan manajerial yang aku sendiri terkesima mendapatinya. Aku melihat sendiri, sahabatku iLik sAs dengan energi tiada habisnya menjadi pemimpin dirigen yang selalu membuka ruang untuk berdialog dan beraspirasi. Banyak obsesi personal yang coba kudialogkan dengan sahabat satu ini. Tak ada satupun yang tidak mendapatkan solusi biarpun tidak semuanya harus terpenuhi. Tetapi, aku mendapati dirinya benar-benar berupaya maksimal untuk melipatkan potensi yang kutempa di Semarang.
Sahabat mudaku, Sutar Adijoyo bagiku adalah kawan yang benar-benar teliti dan rapi menyiapkan semuanya. Keberangkatanku ke Surabaya tentu saja membutuhkan biaya yang besar. Dulu, aku harus lelah berputar otak untuk menyiapkan semuanya. Sahabatku yang satu ini hadir untuk melenyapkan kekhawatiran itu semua. Dia-lah yang menyiapkan pendanaan, merancang prosedur akomodasi, dan mengoordinasikan apapun kebutuhan yang dibutuhkan oleh tim yang berangkat.
Hari ini, aku bersyukur karena aku selalu ditemani oleh sahabat mudaku yang lain sekaligus kawan berkarya di Sanggarku yang sederhana di Semarang. Doni namanya. Muda usia memang tetapi jangan ditanya bagaimana dia mampu menerjemahkan keinginan banyak pihak untuk membuat sanggarku di Surabaya ini tampil sesuai dengan keinginanku. Jika sempat bertandang ke stanku, lihatlah anak muda tampan yang satu ini lincah berbincang dengan tetamu yang datang. Aku hanya bisa beracung dua jempol untuk kawan satu ini.
Oh ya, tak lupa tulisan ini kututup dengan cerita bagaimana kerja seorang Sujarwo bersama dengan Dhimas dan Bagus Prio menjadi tim operasional stanku kali ini. Bila kau melihat ada kartu nama dan brosur yang terserak di stanku. Itulah karya mereka. Tak lupa juga papan penanda yang mereka buatkan dari MMT, sungguh membantu stanku mencuri perhatian tetamu yang datang.
Ah, aku bersyukur kali ini aku datang dengan sahabat-sahabat yang dengan penuh komitmen membantu. Ya, mereka yang membantu bersamaku dalam sebuah identitas Sanggar Lukis Auly Kastari yang didampingi oleh Semarang Art Site!
Surabaya, Vini Vidi Vicci! Semoga berkah kolaborasi ini terus berlanjut! |
| |
|
|
|
|
 |
| Bikin Web ? | Tersedia paket gampang dan murah, hubungi 024-33136913
|
|
|