Google    
Halaman Depan
About Auly Kastari
Rubrik
Gallery


60x100
Ukuran 60x100, Oil on Canvas, Terjual.
Auly Kastari
Who's Online ?
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 3

Tidak ada Anggota Online.


Online Hari ini : 13
Online Bulan ini : 267
Total Hits : 48284
Agenda Spesial
Invitation
Pameran Tunggal "METAMORFOSIS"
23 Juli - 3 Agustus 2009
Invitation
Berita / Perspektif
CATATAN DARI SURABAYA
Berkah Kolaborasi (1)
Oleh redaksi
Minggu, 03-Mei-2009, 11:19:17 340 klik Send this story to a friend Printable Version
Catatan ini ku tulis ketika aku mendapati diriku bersama dengan sahabat-sahabat baru dalam proses memamerkan karya rupaku di Pasar Seni Lukis Indonesia 2009. Tahun ini memang adalah kali kedua aku bertandang ke kegiatan yang benar-benar menjadi pasar bagi dunia seni lukis Indonesia, tetapi ini adalah tahun pertama aku bertandang dengan tumpukan pelajaran mentalitas yang amat berharga.

Klik untuk melihat foto lainnya...
Kolaborasi dalam seni rupa memang bukan hal baru. Dan, dengan disiplin apapun kolaborasi pasti akan menghasilkan sebuah simfoni yang apik ketika seluruh komponennya bisa berpadu dengan apik. Di sinilah ujian untuk rendah hati dan bersedia melebur dalam identitas bersama terbukti. Egoisme harus benar-benar terkesampingkan seiring dengan semangat berkarya dalam tim yang menjadi napas. Entah mengapa ini yang masih menjadi aksen dominan dalam diriku dan banyak juga kawan-kawan lainnya. Melawan egoisme inilah perjuangan yang sejati dalam konteks kemanusiaan kita.

Dalam sebuah kerja tim, peran rutin menjadi tidak penting lagi ketika kita harus memiliki peran-peran spesifik yang benar-benar merupakan karya kontekstual kita dalam tim tersebut. Sebagai seorang perupa, di pasar ini kita benar-benar harus menjadi “pedagang” yang mau tidak mau harus belajar cepat ilmu pemasaran, teknik negosiasi, hingga ke dunia pencitraan personal yang sarat dengan teknik-teknik terkini memungkinkan sebuah produk bisa berpindah tangan.

Mengikuti Pasar Seni Lukis Indonesia 2009 ini benar-benar membuat diriku belajar banyak. Apakah diriku sudah bisa menjadi “pedagang” yang baik? Apakah aku sudah memiliki teknik negosiasi yang mampu menyihir setiap yang datang membawa karyaku? Apakah aku sudah tepat membangun citra pribadiku sebagai pelukis yang tengah mendaki gunung kontemporer? Ya, inilah pertanyaan-pertanyaan yang coba kujawab dengan perbuatan yang merangkai perjalananku di Surabaya kali ini.

Untunglah, hari ini aku tidak sendiri untuk menjawab pertanyaan itu semua. Aku sadar, hari ini aku adalah bagian dari sebuah konstruksi besar pendampingan manajerial yang aku sendiri terkesima mendapatinya. Aku melihat sendiri, sahabatku iLik sAs dengan energi tiada habisnya menjadi pemimpin dirigen yang selalu membuka ruang untuk berdialog dan beraspirasi. Banyak obsesi personal yang coba kudialogkan dengan sahabat satu ini. Tak ada satupun yang tidak mendapatkan solusi biarpun tidak semuanya harus terpenuhi. Tetapi, aku mendapati dirinya benar-benar berupaya maksimal untuk melipatkan potensi yang kutempa di Semarang.

Sahabat mudaku, Sutar Adijoyo bagiku adalah kawan yang benar-benar teliti dan rapi menyiapkan semuanya. Keberangkatanku ke Surabaya tentu saja membutuhkan biaya yang besar. Dulu, aku harus lelah berputar otak untuk menyiapkan semuanya. Sahabatku yang satu ini hadir untuk melenyapkan kekhawatiran itu semua. Dia-lah yang menyiapkan pendanaan, merancang prosedur akomodasi, dan mengoordinasikan apapun kebutuhan yang dibutuhkan oleh tim yang berangkat.

Hari ini, aku bersyukur karena aku selalu ditemani oleh sahabat mudaku yang lain sekaligus kawan berkarya di Sanggarku yang sederhana di Semarang. Doni namanya. Muda usia memang tetapi jangan ditanya bagaimana dia mampu menerjemahkan keinginan banyak pihak untuk membuat sanggarku di Surabaya ini tampil sesuai dengan keinginanku. Jika sempat bertandang ke stanku, lihatlah anak muda tampan yang satu ini lincah berbincang dengan tetamu yang datang. Aku hanya bisa beracung dua jempol untuk kawan satu ini.

Oh ya, tak lupa tulisan ini kututup dengan cerita bagaimana kerja seorang Sujarwo bersama dengan Dhimas dan Bagus Prio menjadi tim operasional stanku kali ini. Bila kau melihat ada kartu nama dan brosur yang terserak di stanku. Itulah karya mereka. Tak lupa juga papan penanda yang mereka buatkan dari MMT, sungguh membantu stanku mencuri perhatian tetamu yang datang.

Ah, aku bersyukur kali ini aku datang dengan sahabat-sahabat yang dengan penuh komitmen membantu. Ya, mereka yang membantu bersamaku dalam sebuah identitas Sanggar Lukis Auly Kastari yang didampingi oleh Semarang Art Site!

Surabaya, Vini Vidi Vicci! Semoga berkah kolaborasi ini terus berlanjut!
 
Berita Perspektif Lainnya
.METAMORFOSIS:
Sebuah Pencarian Auly Kastari
.CATATAN DARI SANGGAR
Cogito Ergo Sum
Polling
Metode melukis yang disukai ?
cat minyak/kanvas
cat akrilik/kanvas
cat air/kertas
crayon/kertas
lainnya

Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 36
Bikin Web ?
Tersedia paket gampang dan murah, hubungi 024-33136913
Event
INVITATION:
Pameran Tunggal Auly Kastari

Auly Kastari kembali mengelar Pameran Tunggalnya yang bertema "METAMORFOSIS" bertempat di ALCATRAZ Gallery Resto Semarang. Pameran Tunggal Seni Rupa i... lanjut »
Auly Kastari Siapkan Pameran Tunggal
Pada bulan Juli ini—bila tidak ada aral melintang—Auly Kastari akan menggelar pameran tunggal di Alcatraz Gallery Resto. Pameran tunggal yang direncan... lanjut »
Lukisan Kastari Dibeli oleh Kolektor Ekspatriat
Tiga Lukisan Auly Kastari Dikoleksi oleh Menteri Perdagangan
In Action
Auly Kastari Bersiap ke Pasar Seni Lukis Surabaya
Mengulang partisipasinya pada tahun lalu, Auly Kastari tahun ini kembali menggelar karyanya di Pasar Seni Lukis Surabaya. Bila tahun lalu Auly Kastari... lanjut »
Selarik Pesan untuk Sahabat
Kepada Pak Auly : Jadikan Mereka Pelukis Bermental Wirausaha

Kemandirian, semangat inovasi, dan tingkat kompetisi yang terbilang tinggi itulah yang saya pandang jika menjadi pelukis tak ubahnya adalah memasuki... lanjut »
Ketika Auly Kastari Menggelar Sanggar
Lomba Lukisan Perjalanan Ceng Ho
Melukis Bapak Ir.Ciputra
Jejaring
Sanggar Lukis Auly Kastari Disinggahi Garin Nugroho
Pasar Seni Lukis Indonesia 2009 yang baru saja usai menyisakan beragam pengalaman yang sangat penting untuk bisa dijadikan proses belajar berkesinambu... lanjut »
Karya
Paradoks Hari Ini

Kehidupan adalah sebuah paradoks. Dibalik ketentraman yang menjadi cita-cita kehidupan, selalu tersimpan sebentuk kekerasan. Inilah sebuah paradoks el... lanjut »
Female in Satire #2

"Female in Satire #2" - Dalam sebuah epik kehidupan, perempuan adalah entitas yang diposisikan dalam sebuah pose yang satir: dinanti tetapi hanya untu... lanjut »
Female in Satire #1
COLOURS IN ONE VISION
ONE IN A MILLION
Perspektif
METAMORFOSIS:
Sebuah Pencarian Auly Kastari

Metamorfosis bukan hal yang aneh. Proses bertransformasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya tidak hanya monopoli kelompok serangga yang mengalami me... lanjut »
CATATAN DARI SURABAYA
Berkah Kolaborasi (1)


Catatan ini ku tulis ketika aku mendapati diriku bersama dengan sahabat-sahabat baru dalam proses memamerkan karya rupaku di Pasar Seni Lukis Indonesi... lanjut »
CATATAN DARI SANGGAR
Cogito Ergo Sum

On Media
Perupa Fotogenik
AULY KASTARI, itulah namanya. Perupa adalah pekerjaannya. "Sebagai pelukis, dia fotogenik." Begitulah sepenggal SMS dari Tubagus P Svarajati, pengel... lanjut »
Bursa Lukisan untuk Siapkan Pameran
SEMARANG-Ada sesuatu yang berbeda dari biasanya di Hotel Grasia Semarang, mulai Sabtu (5/3) malam hingga 31 Maret. Pada lobi hotel di Jalan Jenderal... lanjut »
Pameran Asal Auly Kastari
Ciputra Minta Dilukis Tiga Perupa
On Media
Perupa Fotogenik
AULY KASTARI, itulah namanya. Perupa adalah pekerjaannya. "Sebagai pelukis, dia fotogenik." Begitulah sepenggal SMS dari Tubagus P Svarajati, pengel... lanjut »
Bursa Lukisan untuk Siapkan Pameran
SEMARANG-Ada sesuatu yang berbeda dari biasanya di Hotel Grasia Semarang, mulai Sabtu (5/3) malam hingga 31 Maret. Pada lobi hotel di Jalan Jenderal... lanjut »
Pameran Asal Auly Kastari
Ciputra Minta Dilukis Tiga Perupa
Tema : Sederhana | Supported by